www.tabalongkab.go.id

Seniman Tabalong Tampil ke Samarinda

Jajaran pejabat Dinas Sosial Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Tabalong Senin (12/3) kemarin berkunjung ke ruangan kerja Bupati Tabalong H Rachman Ramsyi. Diantara dari pejabat yang berkunjung itu adalah Plh Kepala Disbudpar H Marzuki Hakim, Kepala Bidang Pariwisata Lilis Marthadiana dan Kepala Seksi Pariwisata Bambang Rukmana.
Kunjungan mereka bermaksud untuk meminta izin dan restu dari bupati atas kepergian 40 seniman Kabupaten Tabalong untuk tampil di Samarinda, Kalimantan Timur sebagai duta seni.
Keberadaan 40 duta seni tersebut rencananya akan menampilkan karya seni budaya Tabalong, sehingga bisa lebih dikenal masyarakat luar.
Ketika diwawancarai Marzuki mengatakan, dengan kegiatan di Samarinda diharapkan dapat menjual kebolehan, sambil melatih seniman untuk tampil di muka umum. Tidak hanya di Tabalong, tapi juga di luar daerah. “Ini bisa menjadi daya tarik seni budaya Tabalong sehingga lebih dikenal,” sebutnya.
Di Tabalong sendiri terdapat 12 sanggar seni yang mendapat binaan disosbudpar, termasuk yang diberangkatkan. Semuanya, dibina dengan menampilkan di pentas seni seperti yang ada, serta diusahakan juga tampil di seluruh kegiatan pemerintahan dan perusahaan. Baik lewat drama maupun tari.
Lilis menjelaskan, ke Samarinda itu dalam rangka orientasi, sekaligus mengembangkan dan meningkatkan hasanah seni sastra dan budaya bandar.
Kenapa memilih Samarinda? Lilis menjawab, karena dekat. “Sebenar ditawari di Anjungan Rumah Banjar Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel. Tapi, kami bertahap dulu mengambil yang dekat, di Samarinda. Tepatnya di Taman Budaya,” ujarnya.
Para seniman Tabalong di sana akan menampilkan beberapa seni budaya Tabalong. Mulai dari persembahan lagu daerah Banjar, Tari Radap Rahayu, musikalisasi puisi, bercerita bahasa Banjar, vokal group, Tari Japin dan Basyair.
Selebihnya, dancer, Mamanda, pameran lukisan dan fashion pakaian sasirangan juga menjadi tambahannya gelaran seni yang ditampilkan. “Dasarnya anggaran kegiatan ini menggunakan anggaran disosbudpar. Di sana (Samarinda) akan bertemu dengan seniman-seniman di kaltim,” terang Lilis.
Ketika bertemu bupati akhirnya kegiatan itu pun mendapatkan restu dan izin. Sehingga para seniman bisa berangkat dengan hati tenang.(SumberĀ  Radar Bjm)

Back to Top