Pemerintah Kabupaten Tabalong

Nama Salah, Sanggah ke BKD

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tabalong Ahmad Rizali Noor menekankan kepada pegawai honorer yang masuk dalam pendataan seleksi pengangkatan pegawai negeri sipil (PNS) kategori 2, untuk melakukan sanggahan jika ada kesalahan terhadap data yang diumumkan, sehingga kedepan tidak terjadi masalah. Khususnya terkait nama, ijazah dan identitas lainnya yang dirasa perlu. Dikatakannya, sanggahan itu diberi waktu hingga 16 April 2013 mendatang, sejak 27 Maret 2013 lalu, sesuai surat pengumuman yang sudah dikeluarkan melalui media masa, website dan pengumuman yang sudah ditempel di tempat-tempat strategis lainnya. Seperti di depan Kantor BKD Tabalong dan depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong. “Proses sanggahan harus disertai surat atau berkas terkait. Misalnya masalah nama, harus bawa ijazah atau akte kelahiran asli untuk memastikan kebenaran,” katanya. Selain terkait adanya kesalahan data, bagi honorer pemegang surat keputusan (SK) 1 Januari 2005, namun belum tertera di sana, maka disilakan untuk mengadukan ke BKD. Sehingga bisa dilakukan pendataan kembali. Tapi, harus membawa berkas asli SK, ijasah dan surat terkait lainnya. Untuk saat ini, Rizali menyebutkan, pihaknya belum menerima sanggahan dari para honorer yang masuk data base pengumuman. Hanya saja, untuk honorer yang tidak tertera namanya ada saja. Atas laporan itu, dia pun meminta bersangkutan membawa berkas yang sudah ditentukan. Selebihnya, dia juga mengungkapkan dari semua honorer yang masuk kategori 2 itu sudah ada yang mengundurkan diri. “Mungkin orangnya mendapat pekerjaan yang lebih baik. Jika begitu, tinggal dicoret saja namanya,” terangnya. Data honorer ketegori 2 diumumkan BKD sebanyak 545 orang. Jumlah tersebut merupakan tambahan dari honorer kategori 1 yang tidak lulus, serta ratusan data baru. (Sumber Radar Bjm)

Back to Top