Pemerintah Kabupaten Tabalong

Guru TK Ikut Bimbingan

Guru-guru taman kanak-kanak (TK) di Kabupaten Tabalong dibimbing agar menjadi guru berkualitas dan profesional. Bertepatan peringatan hari anak nasional tahun 2013, Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI) Kabupaten Tabalong bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tabalong setempat memberikan bimbingan dengan seminar sehari menghadirkan Dosen FKIP Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin, DR Acep Suryadi di Pendopo Bersinar Pembataan Tabalong Rabu (26/6) kemarin.

Seminar itu menyampaikan tentang bagaimana seorang guru TK menjadi pendidik yang luar biasa. Keberadaan sangat penting, karena memberi pembelajaran awal melalui pendidikan anak usia dini (PAUD). Seperti pembelajaran warna, angka, dan lain-lain. Dimana, semua pembelajaran itu terserap oleh anak didik mereka dengan baik.

“Ibu-ibu guru TK itu hebat. Mereka mengajarkan warna, belajarkan mengarahkan pendidikan sosial dan ini yang luar biasa. Kalau sudah SMP dan SMA itu tinggal melanjutkan saja,” kata Asep.

Dia pun menjelaskan, guru harus mengajar dengan hati. Anak-anak jangan dipaksa belajar, tapi belajarnya harus sambil bermain, bernyanyi dan bergoyang. Dengan begitu, banyak pelajaran didapatkan anak.

Ketua GOPTKI Kabupaten Tabalong Hj Noorlaila Abdel Fadillah mengatakan seminar menuju pendidik PAUD berkualitas dan profesional sebagai wujud upaya sungguh-sungguh mengembangkan PAUD di Tabalong, sambil mendoakan para guru peserta seminar. “Mudah-mudahan para guru TK selalu mampu memberikan dedikasi terbaiknya,” katanya.

Menurutnya, diperlukan adanya sosok teladan guru PAUD profesional dan bermartabat, agar anak bangsa dapat menerima pendidikan dini bermutu sebagai bekal kehidupan mereka di masa mendatang. “Diperlukan upaya konkrit guna mewujudkan kesejahteraan anak dengan jalan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak dan perlakukan tidak diskriminatif,” ujarnya.

Guru TK Budi Bersama Desa Marindi, Sarida berpendapat, seminarnya berguna untuk menambah wawasan dan pendidikan. “Mengetahui perkembangan anak, mendidik anak,” katanya, sambil membenarkan penyampaian pemateri bahwa anak-anak memang membutuhkan pendidikan dengan cara banyak bermain. ( sumber Radar Banjaremasin )

Back to Top