PT Pertamina Unit Bisnis EP Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan, mengembangkan pengolahan biogas di Kecamatan Murung Pudak melalui program “Corporate Social Responsibility” 2010.
“Dana yang dialokasikan untuk pengembangan biogas tahun ini sekitar Rp120 juta untuk empat kelompok peternak yang ada di ring I wilayah kerja perusahaan di Murung Pudak,” kata staf humas PT Pertamina Ahmad Ruspandi di Tanjung.
Empat kelompok peternak, yakni satu unit di Desa Masukau, 2 unit di Gunung Sari dan satu unit di Pandan Sari dengan masing-masing kelompk mendpat alokasi dana Rp30 juta untuk pembuatan instalasi pengolahan biogas, katanya.
“Ada empat lokasi pengembangan biogas yang masuk program CSR Pertamina, untuk satu unit instalasi pengolahan mencapai Rp30 juta jadi total program pengembangan biogas Rp120 juta yang sudah kita salurkan” jelas Ruspandi.
Dalam pelaksanaannya pengolahan biogas Pertamina dibantu Dinas Tanaman Pangan, Peternakan dan Perikanan Tabalong serta Tugiman, anggota kelompok ternak asal Jaro yang sudah mengembangkan biogas.
“Untuk pembuatan instalasi pengolahan biogasnya, seperti biodigester, kita dibantu dinas peternakan dan kelompok ternak lain yang sudah lebih dulu mengembangkan biogas,” jelas Ruspandi lagi.
Pengembangan biogas di Tabalong sudah mencakup enam kecamatan, antara lain Kecamatan Murung Pudak (CSR Pertamina), Tanjung, Jaro, Haruai dan Bintang Ara dengan jumlah delapan unit biodigester (instalasi pengolahan).
Menurut staf bagian produksi di Dinas Tanaman Pangan, Peternakan dan Perikanann Tabalong Nirmala bahwa dalam tahun ini juga rencananya akan dibangun tiga unit lagi instalasi pengolahan biogas untuk tiga kelompok peternak.
Eksploitasi
Meski potensinya masih sangat signifikan, sumber daya alam bukannya tidak terbatas. Oleh karena itu, Pertamina EP telah menjalankan dengan sungguh-sungguh dan berhati-hati upaya untuk meningkatkan produksi dan mengidentifikasi berbagai cara memaksimumkan produktivitas dari area operasi yang telah ada.
Kami juga telah mengembangkan keahlian teknis dan pengalaman dalam eksploitasi seperti: pengeboran sisipan, kerja ulang, stimulasi, pembukaan kembali, reaktivasi sumur-sumur yang tidak produktif, perbaikan fasilitas, percepatan pengembangan lapangan dan injeksi air.
Sekarang ini, tingkat produksi minyak dan gas Pertamina EP bersama-sama dengan mitra sekitar 114.000 BOPD dan 1.003 MMSCFD. Berdasarkan tingkat produksi ini, Pertamina merupakan perusahaan migas terbesar kedua di Indonesia.
Eksplorasi
Aktivitas eksplorasi memainkan peran penting untuk menjaga tingkat cadangan minyak dan gas serta mencegah penurunan produksi. Tujuan dari kegiatan eksplorasi di Pertamina EP adalah untuk memperoleh cadangan migas baru di dalam maupun di luar negeri. Aktivitas ini sejalan dengan strategi perusahan untuk memperluas basis sumber daya.
Inovasi baru dan strategi yang cerdas dibutuhkan untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi. Strategi kami untuk keberhasilan eksplorasi adalah:
- Membuka peluang dan menciptakan lingkungan yang kreatif.
- Mengaplikasikan konsep-konsep baru.
- Mengaplikasikan teknologi maju.
- Berani mengambil risiko atas keputusan manajemen.
Kami optimis, rangkaian strategi ini akan membantu kami mendapatkan lebih banyak lagi cadangan minyak dan gas baik di Indonesia maupun di luar negeri.



