Wilayah Kabupaten Tabalong tersusun oleh pra tersier, tersier dan kwartier. Bantuan tertua yang tersingkap di wilayah Kabupaten Tabalong adalah satuan granit yang berumur kapur bawah. Batuan termuda adalah Alluvium Tua yang berumur pelistosen. Berdasarkan satuan batuan maka terdapat satuan granit, Anggota Haruyan, Formasi Pitap, Formasi tanjung, Formasi Berai, Formasi Warukin, formasi Dahar, Alluvium Tua.
Menurut jenis Tanah di Kabupaten Tabalong terdiri dari 5 jenis tanah, yaitu Alluvial, Podsolik, Potsol, Organosol Gleyhumus, dan Komplek Podsolik Merah Kuning, Laterit, Litosol, dan Latosol.
Sebagian besar adalah tanah Podsolik (151.168 Ha atau 41,99 %) yang tersebar di 9 kecamatan terkecuali Kecamatan Banua Lawas dan Kelua. Tanah Komplek Podsolik Merah Kuning, Laterit, Litosol, dan Latosol seluas 106.766 Ha (29,66 %) hanya terdapat di Kecamatan Muara Uya dan Haruai.
Adapun keadaan tanah Kabupaten Tabalong merupakan kemampuan dari potensi fisik tanah yang unsur-unsurnya terdiri dari lereng, kedalaman efektif, tekstur, drainase, erosi dan faktor pembatas adalah sebagai berikut:
1. Lereng
Kelerengan lahan berkisar mulai dari 0-2 % hingga >40 %, penyebaran terbesar berupa kelerengan 0-2 % (94,703 Ha), 8-15 % (55.366 Ha), 15-25 % (90.762 Ha), dan > 40 % 46.760 Ha). Kelerengan terjal/curam terdapat di Kecamatan Jaro, Muara Uya, Haruai, dan Upau.
2. Kedalaman Efektif
Sebagian besar kedalaman efektif lebih dari 90 cm yaitu seluas (301.215 Ha atau sekitar 83,67 %), untuk kedalaman 60-90 cm terdapat di Kecamatan Muara Uya, Haruai, dan Upau (58.640 Ha atau 16,29%), dan kedalaman 30-60 cm terdapat di Kecamatan Haruai (140 Ha atau 0,04 %).
3. Tekstur
Terdiri dari tekstur halus (355.399 Ha atau 98,72 %) dan tekstur sedang (4.596 Ha atau 1,28%) terdapat di Kecamatan Upau, Haruai, dan Kecamatan Tanjung.
4. Drainase
Kabupaten Tabalong sebagian besar wilayahnya tidak pernah tergenang air (343.479 Ha atau sekitar 95,41 % dari luas Kabupaten Tabalong), sedangkan lainnya merupakan kawasan tergenang periodik (7.866 Ha atau sekitar 2,19 %) dari drainase jelek atau yang tergenang terus menerus (8.650 Ha atau 2,40 %) terdapat di Kecamatan Banua Lawas, Kelua, dan Tanjung.
5. Erosi
Umumnya lahan yang tidak tererosi cukup besar (343.479 Ha atau 95,41 %), sedangkan lainnya merupakan lahan yang tererosi. Erosi tanah terbesar terdapat di Kecamatan Banua Lawas.



