Home » Selayang Pandang » Geografi dan Demografi

Geografi dan Demografi

KONDISI GEOGRAFIS

Secara geografis, Kabupaten Tabalong berada di bagian utara provinsi Kalimantan Selatan, memiliki kawasan dataran rendah di bagian selatan, serta dataran tinggi yang dibentuk oleh Pegunungan Meratus di utara. Kalimantan Selatan terdiri atas dua ciri geografi utama, yakni dataran rendah dan dataran tinggi. Kawasan dataran rendah kebanyakan berupa lahan gambut hingga rawa-rawa sehingga kaya akan sumber keanekaragaman hayati satwa air tawar. Kawasan dataran tinggi sebagian masih merupakan hutan tropis alami dan dilindungi oleh pemerintah. Kabupaten Tabalong memiliki sumber daya alam yang kaya, mulai dari hasil tambang, perkebunan, hingga pertanian dan beberapa di antaranya menjadi komoditas unggulan. Hasil tambang yang dominan di kabupaten ini adalah batu bara dan minyak bumi ,sedangkan komoditas perkebunan dan pertanian yang menjadi unggulan adalah buah-buahan seperti langsat, rambutan, cempedak, durian. Selain itu, komoditas perkebunan unggulan kabupaten Tabalong berupa karet, kokoa dan kelapa sawit.

Letak Geografi
Kabupaten Tabalong berada di wilayah utara Propinsi Kalimantan Selatan, yang secara geografis terletak antara 115°9″  – 115°47″  Bujur Timur dan 1°18″  – 2°25″  Lintang Selatan. Kabupaten Tabalong mempunyai luas wilayah 3.946 KM² atau 394.600 Ha, yang terbagi atas 12 kecamatan, 7 kelurahan, dan 124 desa

Batas Wilayah Administrasi
Batas Administrasi Wilayah Kabupaten Tabalong adalah sebagai berikut :
– Sebelah Utara dan Sebelah Timur    :  Provinsi Kalimantan Timur,
– Sebelah Selatan   :  Kabupaten Hulu Sungai Utara
– Sebelah barat    :  Provinsi Kalimantan Tengah.

Variabel Isian Satuan
Letak  kabupaten Secara umum Kabupaten Tabalong berada di wilayah utara Propinsi Kalimantan Selatan, yang secara geografis terletak antara 115°9′ – 115°47′ Bujur Timur dan 1°18′ – 2°25′ Lintang Selatan.  
Topografi Wilayah Kabupaten 50 m – < 1000 m dpl
Iklim (suhu rata-rata perbulan) 25 – 29 0C
Suhu tertinggi 26 – 35 0C
Suhu terendah 17 – 27 0C
Kelembapan Udara rata-rata per bulan 86 – 97 %
Curah hujan rata-rata per tahun 85,1 mm
Bulan dengan curah hujan tertinggi Desember  
luas wilayah kabupaten 3,946  KM²
Batas wilayah kabupaten    
Sebelah Barat Prov. Kalimantan Tengah  
Sebelah Timur berbatasan dgn Prov. Kalimantan Timur  
Sebelah Selatan Kab. Hulu Sungai  Utara  
Sebelah Utara berbatasan dgn Prov. Kalimantan Timur  
Jumlah Kecamatan   12
Jumlah Desa/Kelurahan   131
Jumlah dusun    
Jumlah RW    
Jumlah RT    
Jumlah Kepala Keluarga (KK)   63,063
Peruntukan lahan terluas Hutan Produksi tetap (karet dan kelapa sawit) 2.901,0992 Km2
Peruntukan lahan tersempit Perikanan 325,7 Ha

DEMOGRAFI

JUMLAH PENDUDUK BERDASARKAN USIA DAN JENIS KELAMIN
No. Rentang usia(tahun) Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011
laki-laki Perempuan laki-laki Perempuan laki-laki Perempuan
    104.271 102.559        
  0-14     35.821 31.879 34.299 31.677
  15-55     66.238 64.776 71.752 68.214
  56 +     9.027 10.879 8.270 10.175

Bila kita amati jumlah usia produktif cenderung meningkat, akan tetapi menarik juga untuk dicermati ternyata jumlah pengangguran di Tabalong dari tahun ke tahun semakin menurun. Dengan demikian jelas bahwa jumlah penduduk usia kerja yang menganggur semakin berkurang.

KOMPOSISI PENDUDUK BERDASARKAN AGAMA
No Agama 2009 2010 2011
1 Islam 95,91% 95,80%  
2 Katolik     6994
3 Kristen 3,42% 3,44%
4 Budha 0,02% 0,02% 31
5 Hindu 0,66% 0,68% 1341
6 Kong Hu Cu      
7 Aliran kepercayaan      
8        

Relasi antar umat beragama di daerah ini berjalan relatif lancar, meskipun terdapat beragam agma namun kehidupan beragama sangat kondusif. Terkait dengan isu-isu konflik agama di daerah lain pemerintah merespon dengan membentuk FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Tabalong.

KOMPOSISI PENDUDUK BERDASARKAN MATA PENCAHARIAN
No Bidang pekerjaan 2009 2010 2011
1 Pertanian   58,44% 58,11%
2 Industri   12,30% 12,67%
3 Perdagangan   15,90% 16,77%
4 Angkutan   2,01% 2,03%
5 Jasa   0,72% 0,75%
6 Lainnya   9,23% 9,30%

Bidang pekerjaan yang mengalami perkembangan signifikan adalah perdagangan. Hal ini didukung dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin membaik, sehingga daya beli masyarakat meningkat.

10 ETNIS TERBESAR
No Nama Etnis Keterangan
1 Banjar Penduduk asli, mayoritas dari jumlah maupun agama
2 Jawa Pendatang, mayoritas ke2, dengan agama terutama Islam
3 Dayak Penduduk asli, tapi minoritas dr segi jumlah maupun agama
4 Sunda Pendatang kedua terbesar setelah Jawa
5 Bugis/Makassar Pendatang, mayoritas beragama Islam
6 Batak Pendatang, mayoritas beragama Kristen
7 Flores Pendatang, mayoritas dari Transmigrasi PIR, mayoritas beragama Kristen

Tabalong telah menjadi kawasan eksplorasi minyak sejak akhir abad 19, karena itu telah menjadi daerah sasaran migrasi sejak lama. Pendatang utama adalah dari Jawa, baru kemudian disusul suku-suku lain. Kehidupan antar etnis relatif aman dan harmonis. Dalam sejarahnya tidak pernah terjadi pertikaian antar etnis maupun agama. Penduduk mayoritas adalah Banjar, yang merupakan penduduk asli yang secara ekonomi cukup kuat dan juga seluruhnya muslim. Penduduk asli lainnya adalah Dayak, yang kebanyakan beragama Kristen atau masih menganut agama lokal Kaharingan. Keseimbangan dan sejarah yang panjang ini yang membuat terdapat harmoni yang kuat di kawasan ini. Tabalong menjadi sasaran migrasi penting lagi belakangan ini setelah kehadiran perusahaan tambang batubara dan perkebunan sawit. Masalah yang mengancam di masa mendatang adalah kekecewaan kalangan Dayak sebagai penduduk asli, yang merasa tersingkir dan hak adatnya banyak dilanggar.

PRASARANA FISIK (RUMAH IBADAH, SEKOLAH, SARANA KESEHATAN, SARANA JALAN)
No. Tempat ibadah 2009 2010 2011
1 Masjid 222 184 196
Langgar 519 480 500
2 Gereja Protestan 17 18 18
Gereja Katolik 2 2 2
3 Pura 1 1 1
4 Balai Jemaat 1 1 1

Dari segi jumlah, keberadaan rumah ibadah ini sudah cukup proporsional. Bahkan, meski dalam sensus, sering agama Kaharingan tidak muncul dalam hitungan, tetapi dalam hal rumah ibadah, terdapat 1 balai jemaat yang bisa dipastikan merupakan rumah ibadah kalangan Kaharingan. Keberadaan Pura juga diyakini merupakan wadah ibadah bagi kalangan Kaharingan yang dikategorikan sebagai bagian dari Hindu. Relasi antaragama relatif baik, masalah muncul berkaitan dengan pendirian gereja yang karena pengelompokannya banyak, masing-masing membutuhkan gereja tersendiri.

JUMLAH PENGANGGURAN BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN
No. tingkat Pengangguran Jumlah
2009 2010 2011
1 tidak tamat SD 0 0 0
2 SD / Mi 175 2 1
3 SMP / MTs 539 14 6
4 SMA / SMK / MA 2552 950 449
5 Diploma / Universitas 1722 487 259

Dilihat dari data tersebut tingkat pengangguran pada tiap jenjang pendidikan mengalami penurunan. Pengangguran terbanyak berasal dari jenjang SLTA. Sedangkan bila dianalisa lebih jauh terutama pada tahun 2011 jumlah pengangguran sangat kecil. Hal ini juga berimplikasi tidak ditemukannya permasalahan sosial terkait pengangguran.

PRASARANA KESEHATAN
No. Sarana 2009 2010 2011
1 Puskesmas 15 15 15
2 Puskesmas Pembantu (PUSTU ) 56 130 89
3  Pondok Bersalin Desa (Polindes ) 90 90 91
4 Rumah Sakit Umum Daerah 1 1 1
5 Rumah Sakit Swasta (PERTAMINA) 1 1 1
6 Klinik Bersalin 6 6 6
7 Laboratorium Klinik 2 2 2
8 Praktek Dokter Swasta 38 38 38
         

Fasilitas kesehatan tersedia cukup baik.
Sementara itu jumlah Tenaga Sanitasi/Kesehatan Lingkungan di Kabupaten Tabalong saat ini cukup banyak, dimana rata-rata tiap puskesmas memiliki 1-3 orang petugas namun penyebarannya masih tidak merata. Tetapi bila dilihat dari jumlah wilayah/desa yang harus dibina maka jumlah ini masih sangat kurang.

SARANA JALAN
Panjang jalan
No. Variabel 2009 2010 2011
1 Jalan provinsi 64,24 km 64,24 km 65,290 km
2 Jalan kabupaten 885,702  km 885,702 km 885,702 km
3 Jalan negara 134,74 km 134,74 km 118,262 km

Dilihat dari panjang jalan dalam 3 tahun terakhir tidak mengalami banyak perubahan. Pada umumnya jalan-jalan beraspal terpelihara relatif baik. Isu yang muncul adalah seringkali perbaikan dan penambahan jalan beraspal dilakukan menjelang pilkada.

INFRASTRUKTUR LAINNYA
No Nama infrastruktur 2009 2010 2011
1 Bandara 1 1 1
2 Pelabuhan 0 0 0
3 Hotel 18 18 17
4 Terminal 2 2 2
5 Stasiun 0 0 0

Infrastruktur secara umum tidak mengalami banyak perubahan. Perhatian pemerintah juga dinilai kurang, hal ini dapat dilihat misalnya bagaimana kondisi terminal dan bandara yang tidak mengalami perbaikan selama 3 tahun terakhir.

LAJU PERTAMBAHAN PENDUDUK
No. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2008-2009 tahun 2009-2010 tahun 2010-2011
1 Keseluruhan 6,81% 2,51% 2,64%
2 Tertinggi di Murung Pudak 22,09% 1,21% 6,00%
3 Terendah di Bintang Ara   -0,10% 0,29%

Dengan laju pertumbuhan penduduk ini, diperkirakan jumlah penduduk Kab. Tabalong akan terus mengalami peningkatan hingga mencapai 318.404 jiwa pada tahun 2025. Pertambangan, termasuk migas di dalamnya, dan perkebunan menjadi daya tarik orang untuk mendatangi kabupaten ini. Hal ini terlihat dari wilayah yang tertinggi pertumbuhannya.

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates